Senin, 18 Maret 2019

Alasan Toko Ritel Tak Lagi Gratiskan Kantong Plastik | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


JASA KONSULTAN RITEL 

TERBAIK, +62 813-9864-6177, Alasan Toko Ritel Tak Lagi Gratiskan Kantong Plastik 

Konsultan Bisnis Ritel, Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Jakarta Barat, Konsultan Bisnis Bandung, Konsultan Bisnis Tangerang, Konsultan Bisnis Cirebon 



Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) berharap kebijakan kantong belanja plastik berbayar atau Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) pada ritel modern bisa membuat masyarakat lebih bijak menggunakan kantong plastik.

Seperti diketahui, mulai 1 Maret 2019 sekitar 40.000 tokto ritel yang tergabung dalam Aprindo akan menjadikan kantong plastik belanja sebagai barang dagangan. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 200 per kantong.


Ketua Umum Aprindo, Roy Mande mengatakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) diharapkan dapat diikuti industri lain, serta didukung pemerintah sebagai bentuk upaya pengurangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di Indonesia.

"Mengubah budaya masyarakat yang akrab sekali dengan kantong plastik tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk itu kita coba secara perlahan mulai sekarang,” kata Roy dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta.


Dia pun menegaskan pihaknya mendukung program pemerintah untuk menolak atau mengurangi sampah plastik. Hal itu menjadi alasan utama keputusan menjadikan kantong plastik sebagai barang dagangan.

"Karena kita ketahui sampah ini adalah bagian yang secara global juga ditangani oleh berbagai negara supaya generasi kita mendapatkan kelayakan hidup dari lingkungan yang baik dan juga secara konsisten terjaga," ujar dia.


Selain menjaga lingkungan hidup, KPTG juga sebagai langkah konkrit implementasi dari Peraturan Pemerintah no.81 Tahun 2012 pasal 1 ayat 3 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah tangga serta Peraturan Presiden N0-97/ 2017 Pasal 3 ayat 2 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga.

"Kita juga ingin menerapkan apa yang sudah menjadi peraturan yang sudah keluar kita coba konsisten," ujarnya.

Sumber: Liputan6


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Minggu, 17 Maret 2019

Begini Strategi Alfamart Hadapi Gempuran Toko Online | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


JASA KONSULTAN RITEL

PAKAR, +62 813-9864-6177, Begini Strategi Alfamart Hadapi Gempuran Toko Online

Konsultan Bisnis Ritel, Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Jakarta Barat, Konsultan Bisnis Bandung, Konsultan Bisnis Tangerang




PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menilai pergeseran pola belanja konsumen yang saat ini berorientasi online tak menjadi kendala dalam peningkatan penjualan perusahaan. Perusahaan telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Corporate Affair Director Sumber Alfaria Trijaya Solihin mengatakan pihaknya diuntungkan dengan lokasi gerai-gerai Alfamart yang dekat dengan konsumen sehingga masih menarik minat pengunjung untuk belanja di gerai ketimbang melakukan pembelian online. Terlebih lagi, produk-produk yang dijual di gerainya merupakan produk kebutuhan sehari-hari.

"Jadi pengaruh online ada tapi tidak besar untuk kategori produk yang kita jual. Tinggal bagaimana tingkatkan pelayanan dan efisiensi," kata Solihin di Jakarta.


Selain itu, perusahaan juga aktif untuk terus meningkatkan jumlah toko yang dimilikinya. Selain terus melakukan ekspansi ke daerah yang sudah ramai, perusahaan juga mengakui tengah melakukan pengkajian untuk masuk ke daerah yang masih memilih untuk mengembangkan toko kelontong milik penduduk lokal.


Salah satu jalan yang sudah diambil perusahaan adalah dengan berpartner dengan penduduk setempat melalui bisnis waralaba. "Miinat yang ingin waralaba dia tau kalau yang sekarang kan kebutuhan pokok jadi masanya panjang sehingga minatnya bertambah. Tapi ada proses kaya survei karena tidak semua tempat disetujui, ada perijinan," jelas dia.

Remitansi
Untuk meningkatkan tingkat kunjungan pelanggan ke gerainya, perseroan menyediakan jasa remitansi dan penyediaan pembayaran mulai dari listrik hingga e-commerce. Jasa ini saat ini berkontribusi sebesar 1% dari pendapatan tahunan perusahaan.


Solihin menjelaskan pembayaran ini dilakukan mengingat perkembangannya yang diperkirakan akan terus meningkat. Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan traffic konsumen yang datang ke gerai.

"Ini kan juga tambah traffic konsumen yang datang dan kebutuhan dan waktuya lebih leluasa. Tapi belum terlalu besar, 1% dari penjualan. Diharapkan konsumen tidak cuma bayar tagihan tapi belanja juga," kata Solihin.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan jasa remitansi untuk pekerja dari Indonesia di luar Negeri yang mengirimkan uangnya ke kota asalnya.


Meski pendapatan dari jasa ini tak terlalu besar, namun menurut Solihin nilai transaksinya lumayan besar. Untuk menyediakan jasa ini, Alfamart saat ini bekerja sama dengan beberapa bank, salah satunya adalah Bank BNI.

Sumber: CNBC Indonesia


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Kamis, 14 Maret 2019

Tips Memulai Bisnis Ritel Dengan Benar | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


JASA KONSULTAN RITEL

TERBAIK, +62 813-9864-6177, Tips Memulai Bisnis Ritel Dengan Benar

Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Jakarta Barat, Konsultan Bisnis Bandung, Konsultan Bisnis Tangerang, Konsultan Bisnis Cirebon



Memulai meniti karir sebagai pengusaha bukanlah hal yang mudah, anda harus siap dengan segala risiko yang akan dihadapi. Selain risiko, sebagai pengusaha juga anda akan mendapati berbagai pengorbanan yang mau tidak mau harus dilakukan.

Sebelum memulainya penting untuk menentukan rencana bisnis dan berbagai hal yang akan dilakukan. Hal ini akan membuat bisnis anda terencana dan dapat memperoleh untung serta memiliki perkembangan yang terarah. Jangan sampai anda membiarkan bisnis anda berkembang tak menentu tanpa arah sama sekali.


Salah satu bisnis yang cukup menjanjikan dan dapat dilakukan oleh siapapun tanpa keahlian khusus adalah bisnis ritel. Bisnis ini cukup menarik dan menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda. Kemungkinan mengalami kerugian juga cukup kecil, berbeda dengan bisnis kuliner yang berisiko makanan basi jika tidak laku. Pada bisnis ritel seperti baju, bisa dijual kembali jika hari ini tidak laku.

Bisnis ritael lebih dikhususkan pada penjualan barang yang tidak diproduksi sendiri. Melainkan anda mengambilnya dari supplier dan kemudian dijual kembali. Hal ini terlihat sangat mudah karena anda hanya dituntut untuk bisa berjualan barang.

Namun ternyata tidak semudah itu menjalankan bisnis ritel. Anda perlu mempersiapkan berbagai hal agar bisnis anda ini berkembang sesuai rencana. Berikut ini berbagai tips bagi anda yang akan memulai bisnis ritel.

Dapatkan barang berkualitas

Sebelum mengambil keputusan untuk memilih supplier, sebaiknya anda melakukan survey kepada beberapa supplier agar mengetahui kualitas masing masing. Kemudian pilihlah supplier dengan kualitas terbaik namun menawarkan harga yang lebih murah. Terkadang mengetahui supplier yang dipakai oleh pesaing anda juga penting agar anda bisa memenangkan persaingan bisnis.


Cari produsen paling awal sehingga harganya lebih murah

Jika perlu, anda datangi langsung pada produsen seperti pabrik konveksi atau produsen produk jenis lain kemudian ajukanlah penawaran. Jika anda bisa mendapatkan barang dari tangan pertama, kemungkinan akan mendapatkan untung lebih besar akan terbuka lebar.

Pilih lokasi strategis

Anda bisa menggunakan media internet untuk memasarkan produk anda. Baca lebih lengkapnya di artikel tentang bisnis online. Jika anda membuka toko maka carilah lokasi yang paling strategis. Tentunya disesuaikan dengan anggaran yang anda miliki. Lakukan promosi dengan baik agar konsumen anda bisa menemukan produk anda dan tentunya bisa bersaing secara sehat dengan toko sejenis lainnya.

Hindari bersaing harga

Persaingan harga bukanlah persaingan yang sehat dalam sebuah bisnis. Hal ini akan menurunkan pendapatan masing masing pelaku bisnis. Persaingan yang sehat ditandai dengan adanya peningkatan kualitas produk, kepuasan konsumen dan persaingan brand atau merk.

Menjaga loyalitas konsumen

Loyalitas konsumen cukup penting agar produk anda tetap laku. Jagalah loyalitas tersebut dengan menggunakan berbagai strategi. Misalnya dengan membuat kartu pelanggan, memberikan harga khusus pada pelanggan tetap, memberikan hadiah untuk pelanggan yang membeli jumlah banyak dan sebagainya.


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Rabu, 13 Maret 2019

Data Penjualan Ritel Januari Dorong Gerak IHSG Awal Pekan | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


JASA KONSULTAN RITEL

PAKAR, +62 813-9864-6177, Data Penjualan Ritel Januari Dorong Gerak IHSG Awal Pekan

Konsultan Bisnis Ritel, Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Jakarta Barat, Konsultan Bisnis Bandung, Konsultan Bisnis Tangerang



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit (rebound). Data survei penjualan ritel periode Januari 2019 yang akan dirilis awal pekan dinilai mampu mendorong pola gerak pasar saham dalam negeri.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi penjualan ritel meningkat pada awal tahun ini dibandingkan Desember 2018. Bila demikian, investor bisa melihat bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat.

"Ini tentunya dapat menjadi sentimen positif yang kuat untuk kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang," papar William dalam risetnya.


Mengutip kalender Bank Indonesia (BI), data itu akan dipublikasikan hari ini. Pada Desember 2018, penjualan ritel meningkat terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 7,7 persen, jauh lebih tinggi dari November 2018 yang naik 3,4 persen.

Selain karena potensi peningkatan penjualan ritel awal tahun, sambung William, laju IHSG akan dibantu oleh arus modal asing (capital inflow) yang masih mengalir hingga akhir pekan lalu. Meski demikian, hal itu tetap diiringi oleh aksi jual investor asing.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pelaku pasar asing tercatat beli bersih sebesar Rp1,8 triliun selama satu pekan lalu. Dalam periode sejak awal tahun hingga perdagangan terakhir investor asing beli bersih mencapai Rp11,75 triliun.


"Hari ini IHSG berpotensi naik, rentang pergerakan hari ini 6.336-6.498," terang William.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai IHSG masih akan bergerak di zona merah bila dilihat secara teknikal. Namun, pelemahannya bersifat terbatas.

"Pergerakan masih akan dipengaruhi oleh faktor global dan investor masih akan fokus pada rilis laporan kinerja emiten untuk tahun 2018," ungkap Dennies melalui risetnya.

Menurut dia, IHSG akan bergerak di level support 6.341-6.362 dan resistance 6.423-6.463. Ia merekomendasikan beberapa saham untuk dikoleksi hari ini, yaitu PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).


Sebagai informasi, IHSG sepanjang pekan lalu tersungkur ke level 6.383 atau anjlok 1,8 persen dari pekan sebelumnya di level 6.499. Mayoritas indeks sektoral ditutup di teritori negatif, terutama infrastruktur yang terkoreksi 4,63 persen.

Sumber: CNN Indonesia


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Kamis, 07 Maret 2019

Pemerintah 'Tak Sehati' dengan Peritel soal Plastik Berbayar | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


JASA KONSULTAN RITEL

PAKAR, +62 813-9864-6177, Pemerintah 'Tak Sehati' dengan Peritel soal Plastik Berbayar

Konsultan Bisnis Ritel, Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Jakarta Barat, Konsultan Bisnis Bandung, Konsultan Bisnis Tangerang


Pemerintah mengaku kebijakan plastik berbayar yang diterapkan peritel sebenarnya berbeda dengan konsep kebijakan terkait plastik yang tengah dirumuskan pemerintah. Salah satu kebijakan yang akan didorong pemerintah untuk menangani permasalahan sampah plastik adalah meningkatkan daur ulang dari produk tersebut.

"Kalau konsepnya adalah plastik berbayar, berarti plastiknya boleh asalkan bayar. Padahal konsepnya adalah kami minta kita jangan bebankan lingkungan (dengan plastik)," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar ditemui di Istana Negara, Rabu (6/3).

Ia mengaku pihaknya memang pernah melakukan uji coba kebijakan plastik berbayar yang diatur melalui peraturan menteri pada 2016. Uji coba dilakukan selama 3 bulan dan diperpanjang menjadi 6 bulan. Namun, ia mengaku kebijakan tersebut dinilai hanya memberikan beban terhadap konsumen.


"Kalau konsepnya plastik berbayar, berarti plastiknya boleh asal bayar. bebannya diberikan ke konsumen, jadi meleset. Kalau konsep tidak diperbaiki, berarti kita 'ngutip' uang dari konsumen," ungkapnya.

Ia mengaku memang ada penurunan penggunaan plastik, bahkan mencapai 30 persen hingga 60 persen. Namun, penurunan hanya terjadi pada ritel atau pusat perbelanjaan besar.

"Di pasar tradisional seperti apa? Apalagi ada diskusi penggunaan plastik sekali pakai ini harus dikurangi, sesedikit mungkin pakainya. Jadi caranya bukan plastik disuruh bayar, tetapi siapkan bentuk lain. Ini belum dipastikan," terang dia.

Untuk itu, menurut dia, pihaknya masih akan membahas mekamisme yang tepat dengan Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) dalam menangani sampah plastik.

Saat ini, menurut dia, ada dua konsep utama yang menjadi pegangan pemerintah dalam menangani plastik sampah yakni mengurangi penggunaannya dan menangani plastik yang tercecer.


"Yang ditangani oleh Menteri PU, sedang diteliti dan disiapkan bahwa sampak plastik yang sekali pajak akan dijadikan bahan suplemen untuk aspal jalan," jelas dia.

Pemerintah pun saat ini, menurut Siti, tengah mengusun peraturan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) terkait sampah.

"Sebenarnya aturannya sudah banyak. Ada Perpres Sampah, kebijakan teknis, sudah ada tim teknisnya juga dan sudah ditandatangani Pak Menko Maritim. Sekarang kami sedang finalkan. Tinggal dicek saja secepatnya," kata dia.

Dorong Daur Ulang

Senada dengan Siti, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku masih mengakaji kebijakan Aprindo soal plastik berbayar. Namun, ia menekankan pemerintah sebenarnya lebih ingin mendorong kebijakan terkait daur ulang dalam menangani sampah plastik.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan saat ini rata-rata industri baru melaksanakan daur ulang pada 10 persen sampahnya. Ke depan, pihaknya menargetkan porsi daur ulang sampah bisa mencapai 25 persen.

"Praktis sampai saat ini rata-rata masih 10 persen. Di negara lain sudah 25 persen. Lebih cepat (target 25 persen) lebih bagus," pungkas dia.

Sumber: CNN Indonesia

Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Selasa, 05 Maret 2019

Alternatif Pengganti Kantong Plastik saat Berbelanja | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

JASA KONSULTAN RITEL

TERBAIK, +62 813-9864-6177, Alternatif Pengganti Kantong Plastik Saat Berbelanja

Konsultan Bisnis Ritel, Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Jakarta Barat, Konsultan Bisnis Bandung, Konsultan Bisnis Tangerang, Konsultan Bisnis Cirebon


Sejumlah toko ritel menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan penggunaan kantong plastik yang semakin tinggi. 

Namun, tak perlu khawatir, kantong plastik dapat diganti dengan beragam alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. 

Baca juga 7 Tanda Anda Akan Menjadi Entrepreneur Yang Sukses

"Ini merupakan aksi atau upaya nyata mengurangi penggunaan plastik karena pemusnahannya susah dan tidak bisa terurai begitu saja secara biologis," kata pengamat lingkungan dari Universitas Indonesia Budi Haryanto.

Menurut Budi, ada banyak alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik saat berbelanja. Ini merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus pembelajaran bagi masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih peduli pada lingkungan.


"Selama ini masyarakat Indonesia termanjakan oleh kantong keresek. Sekarang saatnya mengubah perilaku, ada banyak tas yang bisa disiapkan dari rumah dan dipakai kembali," ucap Budi.

Baca juga Warga Minta Ritel Tak Jual Plastik Lebih Dari Rp200 Per Helai

Salah satu alternatif pengganti kantong plastik adalah tas berjenis tote bag yang terbuat dari kain, kanvas, atau plastik. Tas jenis ini dapat dilipat dan disimpan, dan digunakan kembali. 

Tote bag juga lebih kuat ketimbang kantong plastik dalam mengangkut barang belanjaan. Beragam tote bagdengan aneka corak banyak tersedia dengan harga murah, tinggal dipilih sesuai selera.

Selain tote bag, Anda juga dapat menggunakan tas yang terbuat dari anyaman untuk membawa barang belanjaan. Tas ini populer digunakan untuk berbelanja di pasar tradisional dan kini kembali menjadi tren.

Baca juga 9 Tips Agar Karyawan Betah Dan Nyaman Bekerja Dengan Anda

"Sebelum ada kantong plastik, orang berbelanja dengan membawa tas dari anyaman ke pasar tradisional. Ini bisa digunakan kembali," ujar Budi.

Sumber: CNN Indonesia

Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Minggu, 03 Maret 2019

Warga Minta Ritel Tak Jual Plastik Lebih dari Rp200 per Helai | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


JASA KONSULTAN RITEL

TERBAIK, +62 813-9864-6177, Warga Minta Ritel Tak Jual Plastik Lebih dari Rp200 per Helai

Konsultan Bisnis Ritel, Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Jakarta Barat, Konsultan Bisnis Bandung, Konsultan Bisnis Tangerang, Konsultan Bisnis Cirebon




Sejumlah masyarakat berharap toko ritel menerapkan harga plastik berbayar tak lebih dari Rp200 per lembar. Harga itu merupakan angka minimal yang ditetapkan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo).

Nivini, salah satu masyarakat yang kerap berbelanja di Hypermart mengungkapkan harga minimal kantong plastik senilai Rp200 per lembar sebenarnya tak mahal. Namun, harga itu akan memberatkan kalau ia sedang berbelanja bulanan.

"Karena kalau butuh 10 plastik misal ya, kalau dikali saja Rp200 per lembar totalnya menjadi Rp2.000. Itu kalau 10, kalau lebih bagaimana?," ungkap Nivini.


Belum lagi, kalau harga kantong plastik dipatok lebih dari Rp200 per lembar. Dana yang harus dikeluarkan konsumen tentu lebih besar lagi.


"Tapi sebenarnya saya tidak masalah, karena tujuannya untuk mengurangi sampah plastik kan. Tapi ya Rp200 per lembar saja," tegasnya.

Ia mengaku tak jarang membawa kantong belanja yang lebih ramah lingkungan. Hanya saja, kantong itu tak bisa ia gunakan jika sedang berbelanja bulanan karena jumlah barang yang dibeli akan lebih banyak dibandingkan kalau hanya sekadar belanja untuk harian.

Sependapat, Emma yang sedang berbelanja di Carrefour di kawasan Duta Merlin menyatakan harga Rp200 untuk satu plastik akan terlihat mahal jika konsumen berbelanja dalam jumlah banyak. Masalahnya, kantong plastik yang dibutuhkan juga semakin banyak.

"Saya tidak apa-apa kalau mau ada kebijakan plastik berbayar itu, tapi jangan dinaikkan lebih dari Rp200 per lembarnya," ungkap Emma.


Ia juga mengaku sering membawa kantong belanja. Namun, karena kantong belanja yang dibawa hanya satu, jadi tak bisa digunakan untuk membungkus seluruh barang yang dibeli jika sedang berbelanja untuk kebutuhan satu bulan.

"Misalnya seperti susu buat anak ini, ini kan banyak tidak bisa pakai kantong belanja saya," ucap Emma.

Namun, ia menyebut seringkali memanfaatkan kantong plastik untuk membungkus tong sampah yang ada di rumah. Dengan kata lain, Emma mengaku kantong plastik sebenarnya juga memiliki manfaat untuk kebutuhan di rumahnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Alfamidi di kawasan Bekasi bernama Eka mengaku tak keberatan sedikitpun dengan penerapan plastik berbayar. Sebagai orang yang pernah tinggal di Bandung, ia tak lagi kaget karena di Bandung sudah menerapkan kebijakan seperti itu.


"Lagian juga sekarang ada kantong belanja, bisa bawa yang banyak kantong belanjanya jadi tidak perlu bayar plastik," tutur Eka.

"Kalau yang mendadak seperti ini kan hanya beli sedikit, jadi tidak bawa," jelas Eka.

Diketahui, Ketua Aprindo Roy Mandey mengungkapkan toko ritel yang menjadi bagian dari asosiasi akan menerapkan kebijakan plastik berbayar mulai 1 Maret 2019. Hal ini dilakukan demi mengurangi penggunaan kantong plastik oleh masyarakat di tengah peningkatan jumlah sampah plastik.


"Dengan kebijakan ini, konsumen kami sarankan menggunakan tas belanja pakai ulang yang disediakan di tiap gerai ritel," ucap Roy.

Sumber: CNN Indonesia


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Begini Cara Memutar Modal agar Bisnis Makin Untung | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

JASA KONSULTAN RITEL  TERPERCAYA, +62 813-9864-6177, Begini Cara Memutar Modal agar Bisnis Makin Untung Konsultan Bisnis Ritel, Konsul...