Senin, 12 November 2018

Solusi Ampuh Mengatasi Karyawan Bermasalah | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

JASA KONSULTAN RITEL

BERPENGALAMAN, +62 813-9864-6177, Cara Mengatasi Karyawan Bermasalah

Konsultan, Konsultan Bisnis Ritel, Masalah Karyawan, Cara Mengatasi Karyawan Bermasalah, Toko Ritel Sidoarjo, Toko Ritel Surabaya, Toko Ritel Malang, Konsultan Sidoarjo, Konsultan Surabaya, Konsultan Malang.


MENGATASI KARYAWAN BERMASALAH

Berbicara mengenai karyawan yang bermasalah memang tidak akan ada habisnya. Sehebat apapun perusahaannya pasti punya minimal satu karyawan yang bermasalah. Hal itu bisa terjadi karena pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda sehingga bentrokan antarkaryawan akan selalu terjadi di dalam suatu perusahaan. 

Karyawan bermasalah mempengaruhi secara negatif pada tempat kerja dan seluruh karyawan terus-menerus. Karyawan cerdas menjauhkan diri dari karyawan bermasalah karena akan mempengaruhi tempat kerja mereka yang dirasa positif, semangat kerja positif, dan produktivitas mereka. Tapi karyawan yang merasa adanya sedikit perubahan pada tempat kerja atau pekerjaan mereka akan menggemakan cara pandang yang buruk tersebut. Hal ini meracuni moral dan produktivitas tempat kerja

Jika atasan membiarkan karyawan bermasalah bebas berperilaku seperti itu, maka mereka menganggap bahwa perilaku negatif mereka diterima. Karyawan yang lain akan terdemotivasi karena mereka bekerja keras dan berkontribusi sedangkan karyawan bermasalah tidak melakukan hal tersebut. Selain itu, mereka kehilangan rasa hormat serta meragukan kapabilitas manajemen perusahaan, karena manajemen gagal menangani masalah tersebut.

Rekan kerja si karyawan bermasalah bergantung pada atasan dalam mengatasi masalah ini. Mereka mungkin menyindir, menghindari karyawan tersebut, atau berbicara diam-diam di antara teman mereka, tetapi mereka tidak sanggup dan tidak dibantu menghadapi si karyawan bermasalah ini. 

Mereka hanya merasakan dampaknya pada pekerjaan dan tempat kerja. Rekan kerja dapat melakukan dorongan agar karyawan bermasalah berkontribusi. Mereka dapat membuat peraturan untuk tim mereka, memberikan umpan balik pada si bermasalah, dan mengekspresikan ketidakpuasan, namun sayangnya karyawan bermasalah tidak memiliki kewajiban untuk mengubah atau memperbaiki. 

Perilaku karyawan bermasalah akhirnya adalah tanggung jawab dari manajer.
Sebagai seorang pemimpin, Anda harus bisa mengendalikan situasi dan mampu menangani karyawan yang bermasalah tersebut agar tidak memengaruhi roda ekonomi perusahaan. Namun bagaimana caranya? Berikut adalah cara menangani karyawan bermasalah yang bisa Anda terapkan.

1. Kenali tipe karyawan
Pertama yang harus Anda ketahui adalah kenali sifat karyawan. Anda tidak bisa memberikan pendekatan yang sama kepada setiap karyawan karena sifat mereka yang berbeda-beda. Dengan mengenali karakter dan bagaimana tingkat emosi mereka, maka Anda akan mudah dalam mengambil sikap yang harus dilakukan supaya karyawan tersebut tidak berbuat masalah kembali. Selain itu, metode ini pun dapat mengatur produktivitas dan kinerja mereka.

2. Tunjukan sikap peduli dan mau mendengar

Agar memperkecil munculnya karyawan yang bermasalah, seorang pemimpin harus menunjukan sikap yang peduli kepada setiap karyawan dan juga memberikan waktu untuk melihat kinerja karyawannya.  Anda yang merupakan seorang pemimpin karyawanmu harus paham betul masalah apa saja sedang dihadapi karyawan saat ini. Selain itu Anda juga harus tahu juga apa saja yang dibutuhkan karyawan agar dia bisa maksimal dalam menghasilkan produktivitas dan kinerja yang baik.

Pada umumnya, masalah yang menimpa karyawan tidak hanya selalu mengenai tekanan dalam kerjaannya saja. Masalah pribadi pun bisa memengaruhi kinerjanya dalam menyelesaikan pekerjaan. Di sinilah Anda harus peka melihat situasi tersebut. Tanyakan pada karyawanmu mengenai masalah apa yang tengah dihadapi dan berikan jalan terbaik untuknya. Dengan cara seperti itu, karyawan akan merasa senang karena ada yang peduli dengannya.

3. Lakukan Konseling kepada Karyawan

Hampir sama dengan poin kedua, pada poin ini Anda bisa menawarkan pembicaraan atau konseling pribadi kepada setiap karyawan yang memiliki masalah. Tujuan konseling ini adalah selain sebagai cara agar disukai banyak orang, tujuan lainnya untuk menemukan akar masalahnya dan menyediakan masukan yang bermanfaat baik untuk karyawan itu sendiri atau untuk perusahaan.

4. Melakukan pembicaraan secara pribadi
Cobalah untuk memanggil kembali karyawan yang bermasalah itu keruangan Anda. Lalu uraikan hasil pengamatan Anda terhadap perilaku, produktivitas, dan kinerjanya. Sertakan juga dengan berbagai fakta dan bukti untuk memperkuat hasil pengatanmu. Hindarilah dengan memarahinya atau membuatnya merasa terintimidasi karena hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Justru sebaliknya, masalah baru yang akan muncul. Oleh sebab itu, cara yang terbaik adalah dengan memberikan bantuan padanya. Berikan tips cara merubah diri menjadi lebih baik dan katakan padanya kalau Anda siap membantu untuk dapat bekerja dengan baik.

5. Cari tahu sumber masalahnya
Setelah Anda berhasil meyakinkan dia untuk terbuka, berikutnya adalah Anda tanyakan kembali apa yang menjadi penyebab perilaku negatifnya muncul. Kemudian diskusikan solusi yang yang sesuai dan tepat. Misalnya, Jika karyawan merasa beban pekerjaannya terlalu berat, maka Anda bisa memberikan solusi untuk dapat mengurangi beban tersebut. Jika karyawan kurang terampil dalam pekerjaannya, maka Anda bisa memberikan pelatihan kepadanya. Jika ada masalah pribadi dengan keluarganya yang cukup pelik, Anda bisa membantunya dengan memberikan cara menghadapi masalah keluarga atau memberikan cuti beberapa hari agar masahnya bisa diselesaikan dengan baik.

6. Jelaskan kelebihan dan kekurangan terhadap sikapnya
Anda juga harus mendiskusikan dengan si karyawan mengenai apa saja dampak positif jika dia bisa mengubah sikapnya yang buruk itu dan juga dampak negatif jika dia tidak mengubah sikapnya. Catat setiap poin diskusi dan berikan padanya agar dia bisa merenungkannya. Diharapkan dengan memberikan catatan tersebut, dia bisa sadar bahwa tenaganya sangat dibutuhkan perusahaan sehingga kinerjanya bisa diperbaiki.

7. Memberikan batas waktu dan menjelaskan cara Anda memantau perubahannya
Anda perlu memberikan batas waktu agar Anda mau mulai melihat perubahan dari diri si karyawan bermasalah. Jelaskan juga bagaimana cara Anda akan memantau dirinya serta memberikan masukan tentang perkembangan atau perubahan itu. Anda bisa menetapkan batas waktu maksimal misalnya dalam waktu tiga bulan sudah harus ada perubahan yang konsisten (sesuaikan batas waktu ini dengan kondisi dan konteks perusahaan Anda). Kemudian, Anda perlu memantau perkembangan karyawan tersebut secara berkala, misalnya sekali dalam dua minggu. Ini untuk memastikan apakah program atau instruksi Anda dilaksanakan sekaligus untuk mengetahui perkembangan karyawan bersangkutan.

8. Jelaskan Sanksi yang akan didapat jika tidak berubah
Berikan sanksi sebagai jalan terakhir yang harus dilakukan jika karyawan tersebut tidak kunjung mengubah sikapnya. Jelaskan sanksi apa yang akan Anda berikan berdasarkan Undang-Undang Tenaga Kerja Indonesia dan aturan yang telah disepakati oleh Anda dan karyawan bersangkutan pada saat penandatangan perjanjian kontrak kerja. Dengan begitu, diharapkan karyawan tersebut masih mau untuk mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan.

Industri yang kami layani :
>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Begini Cara Memutar Modal agar Bisnis Makin Untung | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

JASA KONSULTAN RITEL  TERPERCAYA, +62 813-9864-6177, Begini Cara Memutar Modal agar Bisnis Makin Untung Konsultan Bisnis Ritel, Konsul...